Loe-loe pade pernah denger yang namanya fitness khan? Pastinya lah ya, wong fitness ada dimana-mana kok mulai dari mall papan atas ampe di komplek-komplek perumahan pinggir kota. Mulai dari yang perlatannya canggih yang selalu ganti sesuai dengan perkembangan teknologi sampe fitness yang cuma punya ruang bekas kamar dengan peralatan barbel satpam yang dibuat dari dua kaleng bekas cat yang berisi semen yang disambung ama pipa batangan bekas pompa dragon.
Tujuan orang-orang ke fitness sih ada bermacam-macam, namun bisa dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu:
1. Menjaga kebugaran
2. Membentuk otot-otot
3. Ngeceng alias gaul
4. Pamer alias eksibisionis
Untuk dua tipe yang pertama sih, memang sesuai dengan tujuan awal dibentuknya fitness yaitu membantu menjaga agar tubuh kita tetap sehat dibawah pengawasan ahli olahraga maupun ahli nutrisi yang profesional. Di sini selain kita dibimbing dan diajarkan cara-cara berolah raga yang baik dan benar, porsi latihan dan pemilihan alatpun dibantu oleh mbak-mbak dan mas-mas instruktur. Begitu pula soal makanan, kita mendapatkan pengarahan diet yang tepat sesuai dengan tujuan, apakah ingin mengurangi lemak, memperbesar dada, menguatkan bokong atau sekedar menjaga daya tahan tubuh prima saja (bukan prima jasa lho hehhehe)…
Untuk mereka yang datang ke fitness motivasi tujuan ketiga dan keempat sih hmmm … gak bisa dipungkiri deh, memang ada lho tipe-tipe orang yang kayak gini. Eit jangan salah, mereka bukan dianggap sekedar penggembira saja oleh pengelola fitness, namun justru mereka inilah yang menjadi sasaran utama customer relation fitness yang agresif dalam menggarap calon pelangga baru itu. Mereka ini mendominasi tempat-tempat fitness, walau tidak dapat dikatakan sebagai customer loyal, namun jumlah mereka sangat banyak. Di dunia hedon kayak sekarang, bagi sebagian kalangan, kalo nggak fitness rasanya belum lengkap deh pengalaman gaulnya. Apalagi kalo ikutan di tempat-tempat fitness yang wah kayak Celebrity fitness atau Fitness first. Iurannya memang mahal, tapi kesempatan gaulnya itu lho terbuka lebar. Kadang pertemanan bisa terjalin lewat hubungan olahraga ini, karena biasanya yang datang ke sini sudah bersedia meluangkan waktu dan mengkondisikan tubuhnya untuk rileks. Jadi tidak ada penolakan untuk bertemu dan bergaul dengan orang lain di sini. Tempat-tempat fitness keren ini biasanya memiliki peralatan komplit mulai dari treadmill, alat set perbesaran otot, rowing, berbagai kelas aerobik, taebo, dancing, pilates, sampe kolam renang, sauna, spa hingga pijit segala. Rasanya kalau mau dinikmati semua tidak cukup deh seminggu.
Yang paling mengasyikkan kalau di tempat fitnes ada yang namanya eksibisionis.
Enggak cowok enggak cewek, ada aja orang yang bertipe begini. Kalo cowok biasanya suka bertelanjang dada atau memakai kaos super ketat tanpa lengan yang memamerkan biceps dan triceps serta perut mereka yang udah six pack. Biasanya sih cowok-cowok, apalagi cowok normal, geli banget ngeliat yang beginian, cenderung ngeri malah. Banyak yang kebanci-bancian alias gay. walaupun banyak juga cowok berotot yang tetep normal. Cowok-cowok eksibionis ini rata-rata pada narsis ya, bawaannya mau ngaca melulu. Proyeksinya adalah tambah dan tambah beban. Kalo perlu mengkonsumsi obat supaya otot cepat terbentuk. Abis itu, ngaca lagi sambil memuji diri sendiri.
Kalo cewek yang eksibisionis, nah ini dia baru sedep dipandang mata. Biasanya suka memakai pakaian seminim mungkin. Enggak jarang kostum yang dipake adalah kostum pantai, alias bikini, alias cuma kutang dan celana dalem doang. Kalo sedang aerobik, gayanya dibuat seseksi mungkin dengan gerakan-gerakan yang cenderung erotis, walaupun tidak dicontohkan demikian oleh para instruktur. Mereka selalu semangat dan teriak setiap ada kesempatan teriak.Mereka ini rata-rata tubuhnya seksi dengan kulit yang mulus. Walaupun ada juga satu dua diantaranya bertubuh kekar berotot. Nggak seperti kaum adam yang narsis, kaum cewek lebih menonjolkan sifat eksibisionisnya. Mereka lebih suka mendandani diri dengan kostum baru berwarna warni. Mereka juga suka bertanya, eh, lemak di perut gue masih keliatan ga? Paha gue kok besar banget ya atau lengan gue kok kekar ya? Padahal, bentuk tubuh mereka itu sudah sempurna. Yang mereka inginkan hanyalah pujian dari orang yang mengomentari tentang kesempurnaan tubuh mereka itu.
Mereka-mereka inilah yang bikin betah dan semangat kalau kita pergi ke fitness. Kalau pengunjung fitness sepi, kita rasanya kurang semangat walaupun peralatannya lengkap. Pun kalau pengunjung fitness hanya orang-orang yang serius saja, rasanya fitness jadi hambar.
So, sekarang nggak usah dipikirin kalau kamu masuk tipe yang mana. Yang penting tubuh sehat dan hati riang. Soal kurang lebihnya nggak terlalu dipikirin deh, namanya juga fitness, artinya kebugaran. Kebugaran kan bukan hanya dari fisik saja, tapi merupakan cerminan jiwa kan?? So, fitness yuk ………